Pernah kebayang gimana rasanya hidup di dunia yang masih lengkap secara teknologi, tapi kehilangan sosok paling penting dalam keluarga? Sobat IDNtrailer, lewat film Esok Tanpa Ibu, lo bakal diajak masuk ke kisah emosional tentang duka, kenangan, dan harapan yang dibalut sentuhan sci-fi yang terasa dekat dengan kehidupan sekarang.
Film ini nggak cuma soal kehilangan seorang ibu, tapi juga tentang bagaimana kecerdasan buatan hadir sebagai “pengganti” yang justru memunculkan konflik batin baru. Perlahan, cerita membawa lo menyelami hubungan keluarga yang rapuh, dilema moral, hingga pertanyaan besar tentang arti kehadiran dan cinta yang sesungguhnya.
Penasaran sejauh apa teknologi bisa menggantikan peran manusia? Yuk, lanjut baca dan ikuti alur cerita lengkapnya di bawah.
Isi Sinopsis Film & Tokoh-Tokohnya
Film Esok Tanpa Ibu menghadirkan sentuhan Artificial Intelligence (AI) di layar lebar dengan cara yang emosional. Ceritanya mengulik situasi ketika rasa kehilangan yang begitu dalam bertabrakan dengan teknologi AI, yang berusaha mengisi kekosongan dan mengambil peran sosok ibu dalam kehidupan seseorang.
Tokoh Utama
- Laras (Ibu Rama) (diperankan oleh Dian Sastrowardoyo) – Dian Sastrowardoyo memerankan sosok ibu Rama sebagai figur penuh kasih yang menjadi jangkar emosional keluarga. Kehadirannya digambarkan lembut, menenangkan, dan selalu menjadi tempat pulang bagi Rama. Meski kemudian absen secara fisik, pengaruhnya justru semakin kuat. Kehilangan ini memicu luka batin, rasa rindu, dan pergulatan emosi yang mendalam, sekaligus menjadi penggerak utama konflik serta perkembangan karakter dalam cerita Esok Tanpa Ibu.
- Hendri (Ayah Rama) (diperankan oleh Ringgo Agus Rahman) – Ringgo Agus Rahman memerankan sosok Bapak, ayah dari Rama atau Cimot, remaja yang tengah berada di fase paling rapuh dalam hidupnya. Karakter ini digambarkan canggung, tertutup, dan sulit mengekspresikan kasih sayang secara langsung kepada anaknya. Hubungannya dengan Rama kerap terasa berjarak dan harus dijembatani oleh sang istri, Laras. Sosok Bapak menjadi refleksi banyak ayah yang mencintai, tetapi kesulitan mengucapkannya.
- Rama (diperankan oleh Ali Fikry) – Rama adalah remaja pendiam yang harus tumbuh lebih cepat setelah ibunya jatuh koma. Sejak kecil, ia memiliki ikatan emosional yang kuat dengan sang ibu, berbeda dengan hubungannya bersama ayah yang terasa kaku dan penuh jarak. Kehilangan figur tempatnya bergantung membuat Rama diliputi rasa takut, marah, dan kebingungan. Perjalanan emosinya menjadi inti cerita, saat ia belajar menerima kenyataan dan menemukan makna kedewasaan.
Alur Cerita
Film “Esok Tanpa Ibu” membawa lo masuk ke kisah emosional tentang kehilangan, harapan, dan batas tipis antara teknologi dengan perasaan manusia. Ceritanya berpusat pada Rama (Ali Fikry), seorang remaja yang hidupnya sangat bergantung pada kehadiran sang ibu, Laras (Dian Sastrowardoyo).
Buat Rama, ibunya bukan cuma orang tua, tapi juga tempat pulang, pendengar setia, dan satu-satunya sosok yang benar-benar memahami dirinya. Berbeda jauh dengan hubungannya bersama sang ayah, Hendri (Ringgo Agus Rahman). Komunikasi mereka kaku, penuh jarak, dan sering berakhir dengan perdebatan.
Rama merasa ayahnya dingin dan tak pernah benar-benar hadir, sementara Hendri menganggap Rama terlalu tertutup dan sulit dipahami. Ketegangan itu terus mengendap, sampai sebuah tragedi mengubah segalanya.
Suatu hari, Laras mengalami kecelakaan serius yang membuatnya terbaring koma. Sejak saat itu, dunia Rama seakan runtuh. Rumah yang dulu hangat berubah jadi sunyi. Kehilangan sosok ibu membuat Rama tenggelam dalam kesepian, sementara hubungannya dengan ayah justru makin membeku.
Lo bisa ngerasain gimana Rama berjuang sendirian, terjebak di antara rindu, marah, dan rasa kehilangan yang nggak tahu harus dilampiaskan ke siapa. Di titik terendah hidupnya, Rama menemukan secercah harapan dari arah yang tak terduga. Seorang temannya menciptakan teknologi berbasis kecerdasan buatan bernama i-Bu.
Lewat sebuah jam tangan pintar, i-Bu mampu mereplikasi wajah, suara, bahkan kepribadian Laras dengan detail yang nyaris sempurna. Untuk Rama, ini bukan sekadar teknologi—ini adalah kesempatan untuk “bertemu” kembali dengan ibunya.
Lewat i-Bu, Rama kembali mendengar nasihat, perhatian, dan kehangatan yang selama ini hilang. Namun perlahan, muncul pertanyaan yang mengganggu apakah ini benar-benar penyembuhan, atau justru pelarian?
Sobat IDNtrailer bakal diajak merenung—bisakah teknologi menggantikan ikatan emosional manusia, atau malah memperdalam luka yang belum sembuh?
Dengan latar Jakarta modern dan nuansa keluarga Indonesia yang kuat, “Esok Tanpa Ibu” menyajikan drama menyentuh yang menggabungkan realitas, emosi, dan dilema etika AI.
Film ini bukan cuma soal masa depan teknologi, tapi juga tentang berdamai dengan kehilangan, memaafkan, dan belajar melepas. Ending-nya? Cukup bikin lo terdiam dan mikir panjang setelah lampu bioskop menyala.
Produksi & Detail Tambahan
- Sutradara : Ho Wi Ding
- Penulis Naskah : Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief.
- Produksi : Shanty Harmain, Dian Sastrowardoyo, Tanya Yuson, Aoura Lovenson Chandra
- Rumah Produksi : Base Entertainment, Beacon Film, Refinery Media
- Pemeran Utama : Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman
- Pemeran Pendukung : , Aisha Nurra Datau, Bima Sena, Dhea Seto, Irgi Fahrezi, Dwi Surya, Vonny Anggraini, Farhan Arief.
- Jadwal Tayang : 22 Januari 2026
Kesimpulan dan Ajakan Nonton
Film Esok Tanpa Ibu mengajak lo, sobat IDNtrailer, menyelami rasa kehilangan yang begitu dalam dari sudut pandang Rama alias Cimot dan ayahnya. Keduanya sama-sama terjebak dalam duka setelah sosok Ibu yang selama ini jadi perekat keluarga tiba-tiba tak lagi hadir secara utuh.
Mereka berusaha mendekat, tapi suasana canggung justru bikin hubungan ayah dan anak ini terasa makin renggang.
Di usia yang masih sangat muda, Cimot dipaksa menghadapi kenyataan pahit. Kehilangan Ibu membuatnya mencoba berbagai cara untuk bertahan, sampai akhirnya ia menemukan jalan lewat teknologi.
Dengan bantuan temannya, Cimot menggunakan sebuah AI bernama i-BU, kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk meniru sosok Ibunya. i-BU memahami perasaan Cimot, tahu hal-hal favoritnya, dan selalu ada untuk diajak bicara, layaknya sang Ibu dulu.
Buat Cimot, i-BU jadi tempat aman untuk menumpahkan rindu dan luka, meski jauh di lubuk hati ia sadar bahwa teknologi tak akan pernah benar-benar menggantikan Ibunya. Kisah ini terasa dekat, relevan, dan emosional, apalagi di era AI seperti sekarang.
Jadi, kalau lo pengin nonton film yang bukan cuma menyentuh hati tapi juga bikin mikir soal keluarga dan kehilangan, Esok Tanpa Ibu wajib masuk watchlist lo. Jangan sampai kelewatan, sobat IDNtrailer!
FAQ yang Menarik
Apa genre utama film Esok Tanpa Ibu?
Film ini menggabungkan drama keluarga yang emosional dengan sentuhan fiksi ilmiah, khususnya teknologi Artificial Intelligence (AI), sehingga menghadirkan kisah yang relevan dengan kehidupan modern.
Apa inti cerita yang diangkat dalam film ini?
Esok Tanpa Ibu mengeksplorasi bagaimana duka kehilangan sosok ibu bertemu dengan teknologi AI yang mencoba mengisi kekosongan emosional dalam sebuah keluarga.
Siapa tokoh utama dalam film Esok Tanpa Ibu?
Tokoh utamanya adalah Rama, seorang remaja yang sangat dekat dengan ibunya dan harus menghadapi kenyataan pahit ketika sang ibu mengalami koma.
Apa itu i-Bu dalam film Esok Tanpa Ibu?
i-Bu adalah program AI ciptaan teman Rama yang dirancang untuk meniru wajah, suara, serta kepribadian Laras melalui sebuah jam tangan pintar.
Apa dampak kehadiran i-Bu bagi Rama?
Kehadiran i-Bu membuat Rama kembali merasakan kasih sayang, perhatian, dan nasihat ibunya, meski semuanya berasal dari teknologi.
Apakah i-Bu benar-benar bisa menggantikan peran ibu?
Film ini mengajak penonton merenungkan apakah teknologi mampu menyembuhkan luka emosional atau justru menunda proses penerimaan kehilangan.
Kapan dan di mana film ini dapat disaksikan?
Film Esok Tanpa Ibu telah tayang sejak Kamis, 22 Januari 2026 di seluruh bioskop Indonesia.






