Film horor Indonesia kali ini datang dengan rasa yang agak beda, Sobat IDNtrailer. Sebelum Dijemput Nenek bukan cuma ngajak Lo buat merinding, tapi juga siap bikin ketawa lewat sentuhan komedi yang terasa dekat sama kehidupan sehari-hari.
Ceritanya berangkat dari urusan keluarga, mitos lokal, sampai sumpah yang awalnya dianggap sepele tapi malah berubah jadi petaka.
Dari menit awal, film ini udah kasih sinyal kalau teror yang hadir nggak melulu gelap, tapi juga dibalut humor segar yang kadang bikin Lo lupa kalau lagi nonton horor.
Disutradarai Fajar Martha Santosa dan diproduksi Rapi Films, film ini juga jadi ajang pembuktian Angga Yunanda di genre horor-komedi. Penasaran gimana kisah lengkapnya, konflik yang muncul, sampai kejadian-kejadian absurd tapi bikin tegang?
Tenang, semua bakal dibahas lebih dalam di bagian alur cerita di bawah. Jadi, jangan ke mana-mana dan siapin mental Lo sebelum “dijemput” ceritanya.
Isi Sinopsis Film & Tokoh-Tokohnya
Tokoh Utama
- Hestu (diperankan oleh Angga Yunanda) – Angga Yunanda tampil meyakinkan sebagai Hestu, sosok pria urban yang egois dan cenderung dingin terhadap lingkungan sekitarnya. Karakter ini menunjukkan sisi Angga yang berbeda dari peran-peran sebelumnya.
- Akbar (diperankan oleh Dodit Mulyanto) – Dodit Mulyanto memerankan Akbar dengan pembawaan lugu namun tulus. Chemistry dengan Angga Yunanda terasa kuat, menciptakan dinamika kakak-beradik yang realistis, penuh konflik kecil, tetapi tetap menyisakan ikatan emosional yang hangat di tengah nuansa cerita horor.
- Dodit hadir sebagai karakter yang memberi warna berbeda dalam film Sebelum Dijemput Nenek. Dikenal lewat komedi slapstick, ia mampu menyelipkan humor ringan tanpa merusak suasana horor yang dibangun. Menariknya, Dodit juga menampilkan sisi emosional yang kuat, terutama saat karakternya berhadapan dengan rasa bersalah dan ketakutan masa lalu. Perpaduan komedi dan emosi ini membuat karakternya terasa lebih manusiawi dan mudah diingat penonton.
- Kotrek (diperankan oleh Oki Rengga) – Oki Rengga memerankan Kotrek sebagai sosok yang kerap mencairkan suasana di tengah ketegangan. Karakternya terasa hidup lewat celetukan spontan dan timing komedi yang pas, tanpa merusak nuansa horor.
Alur Cerita
Film Sebelum Dijemput Nenek mengajak Lo masuk ke kisah dua saudara kembar yang hidup di jalan yang benar-benar berbeda.
Hestu dan Akbar memang lahir dari rahim yang sama, tapi cara mereka memandang hidup bertolak belakang. Hestu tumbuh jadi sosok ambisius, modern, dan haus pengakuan.
Ia memilih meninggalkan desa demi mengejar mimpi di kota besar, bahkan sampai memutus ikatan emosional dengan masa lalunya. Pulang ke desa? Bagi Hestu, itu cuma beban.
Berbeda jauh dengan Akbar, si saudara kembar yang memilih tetap tinggal di desa. Akbar hidup sederhana dan setia merawat sang Nenek, satu-satunya sosok yang membesarkan mereka sejak kecil. Di saat Hestu sibuk mengejar kesuksesan, Akbar justru menjaga akar keluarga agar tetap utuh.
Masalah mulai meledak ketika Hestu melontarkan sumpah yang terdengar sepele, tapi berakibat fatal. Ia bersumpah tidak akan pulang ke desa kecuali jika neneknya meninggal dunia. Ironisnya, sumpah itu benar-benar menjadi kenyataan.
Nenek wafat tepat di waktu yang dipercaya sangat keramat: Sabtu Wage, bulan keenam, tanggal enam, jam enam. Dalam mitos yang beredar, kematian di waktu ini bukan sekadar kematian biasa, melainkan awal dari kutukan. Arwah orang yang meninggal dipercaya akan meminta tumbal dari keluarga terdekatnya.
Sejak saat itu, hidup Hestu dan Akbar berubah jadi mimpi buruk. Arwah nenek mulai menampakkan diri, menghantui, dan memberi mereka waktu tujuh hari untuk mencari pengganti yang akan menemaninya ke alam baka. Waktu terus berjalan, rasa takut makin menekan, dan hubungan dua saudara ini semakin diuji.
Dalam usaha putus asa mereka, muncul deretan karakter tak kalah absurd. Ada Ki Mangun, dukun yang niatnya membantu tapi sering salah langkah. Ada Kotrek, preman desa yang sok jago tapi nyalinya sering ciut.
Ditambah Nisa, gadis misterius yang tanpa sadar ikut terseret ke pusaran kejadian supranatural ini. Alih-alih menyelesaikan masalah, usaha mereka justru memicu teror yang makin kacau, penuh kejutan horor sekaligus momen komedi tak terduga.
Yang bikin film ini beda, sobat IDNtrailer, bukan cuma soal hantunya. Cerita ini menggali mitos lokal, konflik keluarga, dan rasa penyesalan yang datang terlambat.
Di balik teror dan tawa, Sebelum Dijemput Nenek mengingatkan Lo tentang pentingnya keluarga, tentang janji yang terucap sembarangan, dan tentang harga yang harus dibayar ketika seseorang lupa pulang—baik secara fisik maupun hati.
Produksi & Detail Tambahan
- Sutradara : Fajar Martha Santosa
- Penulis Naskah :
- Produksi : Gope T Samtani
- Rumah Produksi : Rapi Film, Sky Media, Legacy Pictures, Kebon Studio
- Pemeran Utama : Dodit Mulyanto, Angga Yunanda
- Pemeran Pendukung : Sri Isworowati, Oki Rengga, Nopek Novian, Wavi Zihan
- Jadwal Tayang : 22 Januari 2026
Kesimpulan dan Ajakan Nonton
Jujur aja, jajaran pemain di film Sebelum Dijemput Nenek ini layak banget dapet apresiasi. Angga Yunanda tampil beda dari biasanya lewat karakter Hestu yang egois tapi terasa hidup.
Lo bisa ngerasain gimana dia keluar dari zona aman tanpa terlihat maksa. Chemistry-nya bareng Dodit Mulyanto juga kuat banget, berasa kayak saudara beneran walau tampilan mereka jelas jauh berbeda.
Dodit sendiri nggak cuma jualan komedi. Humor slapstick yang dia bawa pas porsinya, tapi saat masuk ke momen emosional, rasa bersalah karakternya juga kerasa. Oki Rengga sebagai Kotrek sukses nyolong perhatian berkat timing komedi yang tepat sasaran.
Ditambah Nopek Novian dengan peran dukun beraksen Jawa yang unik, Wavi Zihan sebagai pemanis romansa ringan, sampai Sri Isworowati yang bikin merinding lewat sosok Nenek yang misterius tapi menyentuh.
Dari sisi teknis, visual pedesaan yang gelap berhasil membangun suasana horor, musiknya bikin tegang, dan efek hantunya nggak berlebihan. Intinya, ini film horor yang nggak cuma nakut-nakutin, tapi juga punya hati.
Jadi sobat IDNtrailer, kalau lo pengin nonton horor yang bisa bikin ketawa, merinding, sekaligus mikir soal keluarga, film ini wajib masuk list. Ajak temen atau keluarga lo ke bioskop dan rasain sendiri pengalaman horor yang beda dari biasanya. Jangan sampai kelewatan, ya!
FAQ yang Menarik
Q: Film Sebelum Dijemput Nenek itu horor atau komedi sih?
A: Dua-duanya! Film ini ngeracik horor mistis dengan komedi segar khas keseharian. Jadi bukan cuma bikin merinding, tapi juga sering bikin ketawa di tengah ketegangan.
Q: Apa yang bikin cerita film ini beda dari horor Indonesia lain?
A: Premisnya unik. Ada sumpah keluarga, mitos lokal, dan arwah nenek yang minta ditemani ke alam baka. Ngeri iya, tapi dibungkus absurd dan kocak.
Q: Siapa tokoh utama dalam film ini?
A: Fokus cerita ada di Hestu dan Akbar, dua cucu yang hidupnya berubah sejak nenek mereka meninggal dan mulai sering “datang” dengan pesan misterius.
Q: Kenapa mereka cuma punya waktu 7 hari?
A: Dari perhitungan Ki Mangun, dukun kocak yang teledor, arwah sang nenek harus segera menemukan pengganti. Kalau gagal, nasib buruk siap mengintai.
Q: Ada karakter yang bikin suasana makin rusuh?
A: Jelas ada. Kotrek si pemuda emosian yang hobi main pukul, plus Nisa si kembang desa polos yang tanpa sadar ikut terseret kekacauan.
Q: Kenapa film ini layak ditonton?
A: Karena perpaduan horor, komedi komika, drama keluarga, dan mitos lokalnya terasa fresh. Cocok buat kamu yang mau ngeri tapi tetap pengen ketawa.
Q: Kapan film ini tayang?
A: Sebelum Dijemput Nenek resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Januari 2026. Siap-siap ketawa sambil merinding!






