Malam 3 Yasinan: Tradisi Adat yang Jadi Mencekam

Alymansur

Malam 3 Yasinan

Siap-siap, Sobat IDNtrailer, industri film horor Indonesia kembali menghadirkan teror yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari lewat film Malam 3 Yasinan.

Bukan sekadar jumpscare atau penampakan menyeramkan, film ini mengangkat tradisi yasinan untuk orang meninggal yang selama ini dipercaya masih memiliki kaitan dengan keberadaan ruh di sekitar rumah.

Dari sini, suasana mencekam mulai dibangun perlahan, membuat Lo ikut merasakan kegelisahan yang tak kasatmata.

Lewat balutan adat dan mitos kematian yang masih dipercaya masyarakat Jawa, Malam 3 Yasinan menghadirkan horor yang terasa realistis dan menusuk secara emosional.

Ada rahasia, ada ketakutan, dan ada kejadian janggal yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Penasaran bagaimana tradisi ini berubah menjadi teror mengerikan? Yuk, lanjut baca alur cerita lengkapnya di bawah dan siap-siap merinding dari awal sampai akhir.

Isi Sinopsis Film & Tokoh-Tokohnya

Untuk kalian yang penasaran dengan alur cerita serta pemeran film Malam 3 Yasinan, maka bisa cari tahu jawabannya di bawah ini.

Tokoh Utama

Sara dan Samira (diperankan oleh Shaloom Razade) – Sara adalah sosok kembar yang penuh misteri. Kematiannya yang janggal menjadi awal teror supranatural di keluarga Djoyodiredjo, seolah menyisakan dendam dan rahasia kelam yang belum terselesaikan.

Samira merupakan kebalikan Sara. Ia rasional dan tertutup, kembali ke rumah besar untuk menguak kebenaran di balik kematian sang saudara, sekaligus menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari.

Ari (diperankan oleh Baim Wong) – Ari digambarkan sebagai sosok ayah sekaligus pewaris yang terjebak konflik keluarga. Keputusan dan masa lalunya memicu perseteruan antara dua istrinya, Lana dan Layla. Ari menjadi kunci terbukanya rahasia kelam keluarga Djoyodiredjo yang berujung teror mencekam.

Layla (diperankan oleh Wulan Guritno) – Layla adalah sosok istri kedua yang anggun namun menyimpan banyak tekanan batin. Hidup di tengah keluarga kaya yang penuh intrik warisan, ia berusaha melindungi Sena di saat teror supranatural mulai menghantui setelah kematian Sara, membuat perannya krusial dalam konflik keluarga.

Lana (diperankan oleh Amanda Gratiana) –  Lana digambarkan sebagai sosok istri pertama Ari sekaligus ibu kandung Sara dan Samira. Ia dikenal penyabar, penuh kasih, dan berusaha menjaga keutuhan keluarga. Di balik ketenangannya, Lana menyimpan konflik batin yang perlahan memengaruhi jalan cerita.

Opa Hendra Djoyodiredjo (diperankan oleh Piet Pagau) – Opa Hendra Djoyodiredjo adalah sosok patriark kaya raya yang berkuasa penuh atas keluarganya pada era 1980-an.

Ambisi, tuntutan kesempurnaan, dan sikap otoriternya memicu konflik warisan antar anggota keluarga. Keputusannya menyimpan rahasia kelam yang perlahan berubah menjadi teror horor.

Alur Cerita

Kisah ini dibuka dengan luka batin mendalam yang dialami Samira. Hidupnya mendadak runtuh saat ia menerima kabar mengejutkan tentang kematian mendadak Sara, saudara kembarnya.

Kehilangan itu bukan cuma soal duka personal, tapi juga menjadi pemicu runtuhnya keseimbangan dalam keluarga besar Djoyodiredjo, sebuah dinasti penguasa industri gula yang pernah berjaya di era 1980-an di bawah sosok kharismatik Opa Hendra.

Bagi Lo, ini bukan sekadar cerita keluarga kaya yang berduka. Samira yang selama ini menjauh dari keluarganya justru dipaksa pulang ke rumah besar yang sarat konflik.

Ia sudah muak dengan pertikaian panjang soal harta warisan, terutama perseteruan dingin antara Lana dan Layla, dua ibu tirinya yang sama-sama ingin menguasai peninggalan ayahnya, Ari. Kepulangan Samira terasa seperti masuk kembali ke sarang masalah yang sejak lama ia hindari.

Di rumah megah itu, suasana terasa ganjil. Ketegangan antaranggota keluarga begitu kental, mulai dari kehadiran Bibi Lily yang penuh misteri, Baskara sang polisi yang mencoba tetap rasional, hingga Sena, si adik bungsu yang menyimpan kegelisahan sendiri.

Malam pertama yasinan yang seharusnya menjadi momen doa justru berubah menjadi awal teror. Bayangan hitam muncul tanpa wujud jelas, suara-suara aneh terdengar dari sudut rumah, dan rasa takut perlahan merayap ke dalam benak para pelayat.

Memasuki malam kedua dan ketiga yasinan, gangguan gaib semakin brutal. Samira mulai merasa ada yang tidak beres dengan kematian Sara. Keyakinannya menguat bahwa kepergian sang kembar bukan sekadar musibah biasa.

Rahasia kelam masa lalu keluarga satu per satu terkuak, beriringan dengan konflik warisan yang memunculkan pengkhianatan dari orang-orang terdekat.

Di sisi lain, Opa Hendra menyimpan trauma lama yang berkaitan dengan pabrik gula—sumber kejayaan sekaligus awal petaka keluarga ini.

Sementara itu, Baskara berusaha mengungkap semuanya dengan logika dan penyelidikan polisi, meski ia perlahan dipaksa berhadapan dengan kekuatan yang tak bisa dijelaskan akal sehat.

Buat Lo dan sobat IDNtrailer, cerita ini bukan cuma soal horor supranatural, tapi juga tentang keserakahan, luka masa lalu, dan rahasia keluarga yang menuntut harga mahal untuk tetap disembunyikan.

Semakin jauh Samira mencari kebenaran, semakin dekat pula ia dengan bahaya yang mengancam nyawanya sendiri.

Produksi & Detail Tambahan

  • Sutradara : Yannie Sukarya
  • Penulis Naskah : Helfi Kardit, Fannyco Indrawan, Delbin Clyte.
  • Produser : Wulan Guritno, Amanda Gratiana
  • Rumah Produksi : Helroad Films & Alkimia Production.
  • Pemeran Utama : Shalom Razade, Wulan Guritno, Baim Wong, Amanda Gratiana.
  • Pemeran Pendukung : Piet Pagau, Hamish Daud, Janna Soekasah, Farhan Rasyid.
  • Jadwal Tayang : 8 Januari 2026

Kesimpulan dan Ajakan Nonton

Kisah film ini dibuka dengan luka batin Samira yang belum pulih setelah mendengar kabar mengejutkan tentang kematian mendadak Sara, saudara kembarnya.

Kepergian itu bukan cuma meninggalkan duka, tapi juga mengguncang keluarga besar Djoyodiredjo, dinasti gula kaya raya yang dulu berjaya di era 1980-an di bawah kuasa Opa Hendra.

Mau tak mau, Samira harus kembali ke rumah keluarga yang penuh konflik warisan dan intrik antara Lana serta Layla, dua ibu tirinya.

Begitu lo masuk ke rumah besar itu, ketegangan langsung terasa. Duka malam pertama yasinan perlahan berubah jadi teror mengerikan. Sosok bayangan, bisikan aneh, hingga ancaman kematian mulai menghantui para pelayat.

Samira pun curiga, kematian Sara jelas bukan kejadian biasa. Rahasia kelam keluarga satu per satu terkuak, sementara Baskara mencoba menyingkap semuanya dengan logika, meski berhadapan dengan hal di luar nalar.

Dengan nuansa horor klasik Indonesia yang kental, film ini menyuguhkan drama keluarga yang intens dan mencekam. Jadi, sobat IDNtrailer, kalau lo suka horor yang punya cerita kuat dan bikin mikir, film ini wajib banget lo tonton sampai habis di bioskop. Jangan sampai ketinggalan!

FAQ yang Menarik

Q: Apa pemicu utama konflik dalam film Malam 3 Yasinan?

A: Semua bermula dari kematian mendadak Sara, saudara kembar Samira. Kepergian ini bukan cuma meninggalkan duka, tapi juga membuka kembali konflik lama keluarga Djoyodiredjo yang selama ini tertutup rapat.

Q: Kenapa Samira terpaksa kembali ke rumah keluarganya?

A: Meski muak dengan perebutan warisan dan konflik dua ibu tirinya, Samira tak punya pilihan selain pulang. Yasinan Sara menjadi pintu masuknya kembali ke keluarga yang penuh luka dan rahasia.

Q: Apa yang membuat rumah besar keluarga Djoyodiredjo terasa mencekam?

A: Bukan cuma bangunannya yang megah, tapi atmosfernya dipenuhi ketegangan, sikap mencurigakan tiap anggota keluarga, dan kehadiran sosok-sosok misterius yang bikin bulu kuduk merinding.

Q: Kapan teror mulai benar-benar terasa?

A: Malam pertama yasinan jadi titik awalnya. Bayangan hitam, suara aneh, dan kejadian tak masuk akal mulai muncul, lalu semakin brutal di malam kedua dan ketiga.

Q: Apakah kematian Sara benar-benar wajar?

A: Di sinilah misterinya. Samira mulai yakin ada sesuatu yang disembunyikan. Setiap petunjuk justru mengarah pada rahasia kelam keluarga yang tak pernah dibicarakan.

Q: Siapa Opa Hendra dan apa perannya dalam cerita?

A: Opa Hendra adalah pendiri kejayaan keluarga lewat pabrik gula. Namun di balik sukses itu, ia menyimpan trauma masa lalu yang menjadi akar petaka keluarga.

Q: Apa yang membuat Malam 3 Yasinan berbeda dari film horor lain?

A: Film ini bukan cuma menakutkan secara supranatural, tapi juga menyentuh soal keserakahan, pengkhianatan, dan luka keluarga yang diwariskan dari masa lalu.

Also Read

Leave a Comment